Tips & Trik

Sebelum berangkat:

  1. Berhati-hatilah saat memilih PPTKIS pastikan mereka terdaftar di BP3TKI setempat, atau tanya ke LSM yang menangani isu buruh migran
  2. Hati-hati dengan iming-iming pekerjaan mudah bergaji besar! Bekerja di luar negeri membutuhkan kerja keras dan kegigihan. Jangan sampai anda menjad korban perdagangan orang!
  3. Pelaku trafiking tidak selalu orang asing yang merupakan bagian dari sindikat. Bisa jadi mereka adalah anggota keluarga anda, tetangga, atau bahkan teman.
  4. Tanya berapa gaji yang akan anda terima, berapa besar potongan gaji, dan berapa lama gaji anda akan dipotong, agar terhindar dari jeratan hutang
  5. Buka rekening bank sebelum berangkat, supaya anda bisa mengirim uang untuk keluarga di rumah
  6. Beri kontak PPTKIS dan calon majikan kepada keluarga anda, supaya mereka tahu kemana harus mencari jika tidak bisa menghubungi anda
  7. Pastikan anda mendapat pelatihan dengan baik! 200-600 jam, tergantung negara penempatan. PPTKIS wajib memberi pelatihan keterampilan dan bahasa, tapi tidak boleh menahan anda di BLK lebih lama dari waktu yang diperlukan. Tanya PPTKIS berapa lama anda akan dilatih, dan informasikan pada keluarga
  8. Buat perencanaan Rencanakan bagaimana anda akan mengelola pendapatan. Uang yang anda tabung selama bekerja di luar sebaiknya digunakan dengan hati-hati, dan dipakai untuk memulai bisnis. Bicarakan ini dengan keluarga dan pastikan semuanya menyepakati hal yang sama

 

Selama bekerja di luar:

  1. Laporkan diri pada KBRI/KJRI terdekat! Ini adalah salah satu hal pertama yang harus anda lakukan. Jika perwakilan RI tahu anda ada di negara itu, akan lebih mudah bagi mereka untuk memantau dan membantu anda kedepannya
  2. Simpan dokumen penting dan bawalah kemana saja Seperti paspor, visa dan permit kerja, khususnya jika anda berencana jalan-jalan di luar tempat kerja. Setiap buruh migran memiliki hak memegang dokumennya sendiri, tetapi jika majikan atau agen anda memaksa menyimpannya, pastikan anda memiliki pegangan fotokopi
  3. Simpan nomor dan alamat KBRI/KJRI, kantor polisi, atau LSM setempat, untuk jaga-jaga seandainya anda perlu bantuan. Gereja, masjid, pura & vihara juga tempat yang baik untuk mencari bantuan
  4. Beli HP dan rajin-rajin kontak keluarga, setidaknya sebulan sekali
  5. Ketahui hak-hak anda! Jam kerja, hari libur, dan keterangan kerja semua tertulis dalam kontrak kerja. Jika majikan meminta anda bekerja di luar kontrak, anda bisa melaporkannya pada agen atau KBRI/KJRI. Jangan takut memperjuangkan hak anda!
  6. Kerja dengan sebaik-baiknya dan jujur Banyak mantan buruh migran setuju bahwa kejujuran itu penting. Jika majikan melihat anda bekerja dengan baik dan jujur, kemungkinan mereka juga akan memperlakukan anda dengan lebih baik
  7. Kirim uang ke rumah Buka rekening bank dan kirimkan gaji anda pada keluarga (atau minta majikan untuk melakukannya). Dengan begitu, anda tidak perlu khawatir akan kehilangan uang, atau menghambur-hamburkan uang selama di luar
  8. Berhematlah! Anda bisa menabung banyak yang selama bekerja di luar negeri, tetapi berhati-hatilah dengan pengeluaran yang besar seperti untuk makanan, baju dan ongkos transportasi jika keluar dari tempat kerja

 

Sekembalinya dari luar negeri:

  1. Pastikan tiket pulang sudah dibeli Sebaiknya transportasi sampai anda tiba di rumah sudah dibeli dan dipersiapkan sebelum pulang. Minta anggota keluarga untuk menjemput anda dari bandara atau pelabuhan, agar anda tidak menjadi korban penipuan atau pemerasan dalam perjalanan pulang
  2. Jika anda mengalami masalah di luar negeri dan membutuhkan konseling, coba cari LSM setempat yang memang memberi bantuan bagi buruh migran purna
  3. Pengelolaan keuangan Bekerja di luar negeri sebaiknya bukan menjadi tujuan, melainkan cara bagi anda untuk memulai usaha, atau mengembangkan mata pencaharian yang sudah anda miliki. Coba ciptakan lapangan pekerjaan baru untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitar anda