Prosedur yang benar untuk menjadi buruh migran
February 10, 2017 Diterbitkan di Migrasi Aman

Mohon maaf, artikel belum bisa ditampilkan. Kami akan segera perbarui halaman ini. Terima kasih.

February 9, 2016 Diterbitkan di Migrasi Aman

Sebelum berangkat:

  1. Berhati-hatilah saat memilih PPTKIS pastikan mereka terdaftar di BP3TKI setempat, atau tanya ke LSM yang menangani isu buruh migran
  2. Hati-hati dengan iming-iming pekerjaan mudah bergaji besar! Bekerja di luar negeri membutuhkan kerja keras dan kegigihan. Jangan sampai anda menjad korban perdagangan orang!
  3. Pelaku trafiking tidak selalu orang asing yang merupakan bagian dari sindikat. Bisa jadi mereka adalah anggota keluarga anda, tetangga, atau bahkan teman.
  4. Tanya berapa gaji yang akan anda terima, berapa besar potongan gaji, dan berapa lama gaji anda akan dipotong, agar terhindar dari jeratan hutang
  5. Buka rekening bank sebelum berangkat, supaya anda bisa mengirim uang untuk keluarga di rumah
  6. Beri kontak PPTKIS dan calon majikan kepada keluarga anda, supaya mereka tahu kemana harus mencari jika tidak bisa menghubungi anda
  7. Pastikan anda mendapat pelatihan dengan baik! 200-600 jam, tergantung negara penempatan. PPTKIS wajib memberi pelatihan keterampilan dan bahasa, tapi tidak boleh menahan anda di BLK lebih lama dari waktu yang diperlukan. Tanya PPTKIS berapa lama anda akan dilatih, dan informasikan pada keluarga
  8. Buat perencanaan Rencanakan bagaimana anda akan mengelola pendapatan. Uang yang anda tabung selama bekerja di luar sebaiknya digunakan dengan hati-hati, dan dipakai untuk memulai bisnis. Bicarakan ini dengan keluarga dan pastikan semuanya menyepakati hal yang sama

 

Selama bekerja di luar:

  1. Laporkan diri pada KBRI/KJRI terdekat! Ini adalah salah satu hal pertama yang harus anda lakukan. Jika perwakilan RI tahu anda ada di negara itu, akan lebih mudah bagi mereka untuk memantau dan membantu anda kedepannya
  2. Simpan dokumen penting dan bawalah kemana saja Seperti paspor, visa dan permit kerja, khususnya jika anda berencana jalan-jalan di luar tempat kerja. Setiap buruh migran memiliki hak memegang dokumennya sendiri, tetapi jika majikan atau agen anda memaksa menyimpannya, pastikan anda memiliki pegangan fotokopi
  3. Simpan nomor dan alamat KBRI/KJRI, kantor polisi, atau LSM setempat, untuk jaga-jaga seandainya anda perlu bantuan. Gereja, masjid, pura & vihara juga tempat yang baik untuk mencari bantuan
  4. Beli HP dan rajin-rajin kontak keluarga, setidaknya sebulan sekali
  5. Ketahui hak-hak anda! Jam kerja, hari libur, dan keterangan kerja semua tertulis dalam kontrak kerja. Jika majikan meminta anda bekerja di luar kontrak, anda bisa melaporkannya pada agen atau KBRI/KJRI. Jangan takut memperjuangkan hak anda!
  6. Kerja dengan sebaik-baiknya dan jujur Banyak mantan buruh migran setuju bahwa kejujuran itu penting. Jika majikan melihat anda bekerja dengan baik dan jujur, kemungkinan mereka juga akan memperlakukan anda dengan lebih baik
  7. Kirim uang ke rumah Buka rekening bank dan kirimkan gaji anda pada keluarga (atau minta majikan untuk melakukannya). Dengan begitu, anda tidak perlu khawatir akan kehilangan uang, atau menghambur-hamburkan uang selama di luar
  8. Berhematlah! Anda bisa menabung banyak yang selama bekerja di luar negeri, tetapi berhati-hatilah dengan pengeluaran yang besar seperti untuk makanan, baju dan ongkos transportasi jika keluar dari tempat kerja

 

Sekembalinya dari luar negeri:

  1. Pastikan tiket pulang sudah dibeli Sebaiknya transportasi sampai anda tiba di rumah sudah dibeli dan dipersiapkan sebelum pulang. Minta anggota keluarga untuk menjemput anda dari bandara atau pelabuhan, agar anda tidak menjadi korban penipuan atau pemerasan dalam perjalanan pulang
  2. Jika anda mengalami masalah di luar negeri dan membutuhkan konseling, coba cari LSM setempat yang memang memberi bantuan bagi buruh migran purna
  3. Pengelolaan keuangan Bekerja di luar negeri sebaiknya bukan menjadi tujuan, melainkan cara bagi anda untuk memulai usaha, atau mengembangkan mata pencaharian yang sudah anda miliki. Coba ciptakan lapangan pekerjaan baru untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitar anda
January 23, 2016 Diterbitkan di Migrasi Aman

 

Hukum & Undang-Undang Trafiking

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri

  3. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri

  4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

  5. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2012 tentang Panduan Pembentukan dan Penguatan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang

  6. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP.250/MEN/XII/2008 Tentang Klasifikasi dan Karakteristik Data dari Jenis Informasi Ketenagakerjaan

  7. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Panduan Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang Berbasis Masyarakat dan Komunitas

  8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2008 tentang Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang

  9. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2009 tentang Pengesahan Protokol untuk Mencegah, Menindak, dan Menghukum Perdagangan Orang, Terutama Perempuan dan Anak-Anak, Melengkapi Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Menentang Tindak Pidana Transnasional yang Terorganisasi

  10. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Tata Cara Kepulangan Tenaga Kerja Indonesia dari Negara Penempatan ke Daerah Asal Secara Mandiri

  11. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2015 tentang Tarif Pemeriksaan Kesehatan Calon Tenaga Kerja Indonesia

  12. Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pencegahan dan Penanganan Korban Perdagangan Orang

  13. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2008 tentang Tata Cara dan Mekanisme Layanan Terpadu bagi Saksi dan/atau Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang

  14. Peraturan Daerah Kabupaten Jeneponto Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pencegahan dan Penanganan Korban Perdagangan Orang

  15. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur tentang Pencegahan dan Penanganan Perdagangan Orang Terutama Perempuan dan Anak

  16. Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 10 Tahun 2009 tentang Pencegahan dan Penanganan Korban Perdagangan Orang

 

January 23, 2016 Diterbitkan di Migrasi Aman

 

Hak-hak Buruh Migran:  

  1. Beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan
  2. Berkomunikasi dengan keluarga, teman, dll
  3. Mendapat pelayanan kesehatan
  4. Mendapat perlindungan hukum
  5. Bebas dari kekerasan fisik maupun mental
  6. Mendapatkan gaji secara rutin dengan jumlah sesuai dengan nilai yang tertera dalam kontrak kerja
  7. Mendapatkan asuransi
  8. Memegang kartu identitas
  9. Mendapatkan pelatihan keterampilan dan bahasa

 

Kewajiban Buruh Migran:

  1. Mengikuti pelatihan keterampilan dan bahasa
  2. Memiliki keterampilan
  3. Menguasai bahasa negara tujuan kerja
  4. Menyiapkan dokumen pendukung yang resmi
  5. Bekerja sesuai dengan kontrak
  6. Menaati hukum dan peraturan di negara penempatan

 

 

January 23, 2016 Diterbitkan di Migrasi Aman

 

Berikut syarat-syarat untuk menjadi buruh migran

  • Usia minimal 18 tahun untuk sektor formal, dan 21 tahun untuk sektor informal
  • Sehat jasmani & rohani - Pendidikan minimal lulus SD
  • Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Memiliki Akte Kelahiran/Surat Kenal Lahir
  • Memiliki Kartu Keluarga
  • Memiliki Kartu Tanda Pencari Kerja (AK-I)
  • Surat Keterangan Status
  • Surat Izin Orang Tua/Wali/Istri/Suami
  • Siap secara mental
  • Khusus perempuan tidak boleh dalam keadaan hamil saat berangkat ke negara penempatan 
January 23, 2016 Diterbitkan di Migrasi Aman

 

Prosedur yang benar untuk menjadi buruh migran:

  1. Mendaftar di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
  2. Membawa dokumen asli (Awas! Jangan tergiur untuk menggunakan dokumen dengan informasi yang dipalsukan, misalnya usia & tempat tinggal di KTP, dll)
  3. Mengikuti seleksi administrasi dan wawancara
  4. Mengikuti pemeriksaan kesehatan fisik & mental
  5. Membuat paspor di Kantor Imigrasi setempat
  6. Untuk sektor informal, ikut pelatihan di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) selama 200 - 600 jam atau 20-60 hari, tergantung negara tujuan
  7. Perekaman e-KTKLN (elektronik-KTKLN) TKI bisa dibantu fasilitasi oleh PPTKIS, tetapi untuk pengambilan sidik jari tetap harus diurus sendiri oleh buruh migran. Buruh Migran yang berangkat dengan jalur Mandiri juga harus punya e-KTKLN.
  8. Diuruskan visa kerja
  9. Tandatangan kontrak kerja. Pastikan kontrak dipahami dan dibaca dengan teliti!
  10. Ikut program asuransi
  11. Ikut Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP) oleh BP3TKI