TKW Asal Loteng, KH Diduga Jadi Korban Pelecehan Majikan

09 April 2017
Tim Pendamping KH, Endang Susilowati. Tim Pendamping KH, Endang Susilowati. (suarantb.com/ros)

Mataram (suarantb.com) – Selain dipulangkan dalam kondisi sakit yang memprihatinkan, TKW asal Loteng, KH juga diduga menjadi korban pelecehan sang majikan selama bekerja di Saudi.

“Dia (KH) mengaku mengalami pelecehan seksual, yang menurut pengakuannya dilakukan oleh majikan dan anaknya,” jelas Tim Pendamping KH, Endang Susilowati di Mataram, Sabtu, 8 April 2017.

Selain pelecehan, Endang juga menyebutkan dugaan terjadinya pemalsuan dokumen keberangkatan KH. Diantaranya pemalsuan umur dan daerah asal. Umurnya saat berangkat dilebihkan sembilan tahun.

“Jadi ketika berangkat itu umurnya dilebihkan sembilan tahun. Dia aslinya dari dusun Otak Desa, Desa Puyung menjadi Dusun Repoq Desa Nyerot Lombok Tengah,” terangnya.

Diberangkatkan dalam usia 15 tahun dikatakan Endang KH bisa disebut  menjadi korban perdagangan orang.  Dalam UU Nomor 21 Tahun 2007 tindakan ini sangat tidak diperbolehkan. Sehingga unsur pelanggaran tindak pidana perdagangan orang telah dilakukan.

Ironisnya, selama bekerja di Riyadh KH kehilangan kontak dengan keluarganya. Ditambah orang tuanya juga tidak mempunyai nomor kontak yang bisa dihubungi. Namun menurut Endang seharusnya pihak PPTKIS bertanggung jawab untuk menghubungkan TKI dengn keluarganya.

Selama 11 tahun bekerja di tanah rantau KH juga diduga tidak pernah menerima gaji. “Dia ditempatkan di keluarga yang menurut dia tidak punya pekerjaan. Kemungkinan analisa kami, itu keluarga miskin yang tidak mampu membayar sehingga sampai 11 tahun,” ujarnya.

Sebelumnya, Ayah KH, Amaq Nadi juga mengakui selama 11 tahun anaknya tidak pernah memberi kabar. Tidak ada telepon, kiriman surat, apalagi kiriman uang dari gajinya yang dikirim pada keluarga di Lombok.

Sebagai langkah lanjutan atas kasus ini, Endang menyampaikan pihaknya akan mengajukan gugatan pada pelaku yang merekrut KH. Sekaligus meminta bantuan pemerintah untuk mengusahakan pembayaran gaji KH. Karena ia berangkat dari NTB sebagai TKI prosedural.

“Tapi memang sudah ada surat dari pihak kepolisian kalau dia akan menerima dana kurang lebih Rp 200 jutaan,” tambahnya.

Pemerintah juga diharapkan bisa membantu dalam investigasi, sebab KH masih belum bisa dimintai keterangan secara rinci. “Dia kan mengalami depresi berat, jadi tidak semua bisa kita korek informasinya. Jadi harus dilakukan investigasi dan bantu proses hukum sampai ke Riyadh,” tandasnya. (ros)

Sumber: http://www.suarantb.com/news/2017/04/09/86919/TKW.Asal.Loteng,KH.Diduga.Jadi.Korban.Pelecehan.Majikan