Polisi Bekuk Pelakukan Penipuan Calon TKI

19 March 2016
Polisi Bekuk Pelakukan Penipuan Calon TKI Red: Hazliansyah

REPUBLIKA.CO.ID, PONOROGO -- Satuan Reserse Kriminal Polres Ponorogo, Jawa Timur, menangkap seorang pelaku penipuan calon TKI berinisial Im (50), warga Bekasi, Jawa Barat, yang diduga kerap beroperasi di wilayah Kota Reog.

"Pelaku kami tangkap di wilayah hukum Bekasi pada Rabu (16/3) dan kini telah dibawa ke Mapolres Ponorogo untuk proses penyidikan lebih lanjut," kata Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Hasran di Ponorogo, Jumat.

Bersama tersangka, kata dia, tim Reserse Polres Ponorogo juga menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya enam lembar bukti transfer dari BRI Cabang Ponorogo ke rekening pelaku serta satu lembar surat tugas yang dikeluarkan sebuah perusahaan jasa pengerah tenaga kerja yang beralamat di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Gambir Expo, Jakarta Pusat.

Im kini ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan, dengan tuduhan melakukan serangkaian penipuan terhadap dua orang korban warga Ponorogo.

Kedua korban dimaksud, kata Hasran, masing-masing atas nama Suratno (52), warga Jalan Singosaren, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Ponorogo, dan Slamet(42) warga Desa/Kecamatan Babadan, Ponorogo.

"Kami masih melakukan pengembangan kasus ini untuk memngngkap kemungkinan adanya dugaan jaringan pelaku lain," kata hasran.

Terhadap pelaku, lanjut Hasran, penyidik menjeratnya dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Ia menjelaskan, aksi penipuan Im terjadi pada kurun 2014. Saat itu, kata dia, Im menjanjikan kepada kedua korban bisa membantu memberangkatkan bekerja sebagai TKI di Jepang.

Namun untuk memudahkan proses pemberangkatan, lanjut Hasran, Im meminta sejumlah dana untuk pengurusan administrasi, termasuk paspor dan visa kerja ke luar negeri.

Setelah kesepakatan terjadi dan uang yang diminta telah diberikan kepada pelaku, kata dia, korban diminta menunggu di rumah sambil menunggu proses administrasi selesai.

Namun setelah lama menunggu, korban Suratno dan Slamet tidak juga diberangkatkan sehingga akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polres Ponorogo karena merasa telah menjadi korban penipuan.

Akibat perbuatan pelaku, korban mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 97 juta.

Sumber : Antara

Sumber: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/16/03/18/o48mwj280-polisi-bekuk-pelakukan-penipuan-calon-tki-part1