Imigrasi Cegah 5 Perempuan WNI ke Luar Negeri yang Ingin Jadi TKI

15 February 2017
Ilustrasi Paspor Indonesia Ilustrasi Paspor Indonesia (Foto: Ari Saputra)

Jakarta - Kantor Imigrasi Bandung, Jawa Barat, mencegah 5 wanita warga negara Indonesia (WNI) yang hendak berangkat ke luar negeri. Mereka dicegah dengan beberapa alasan.

Salah satunya seorang inisial A ke Singapura yang hendak bekerja sebagai pengasuh bayi. Namun, A tidak memiliki izin kerja dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

"Ingin pergi ke Singapura dengan maksud untuk bekerja sebagai baby sitter, bahwa yang bersangkutan benar memiliki visa untuk bekerja di Singapura (dokumen terlampir). Bahwa yang bersangkutan tidak memiliki rekomendasi dari instansi terkait, dalam hal ini BNP2TKI terkait dengan tujuan yang bersangkutan ke Singapura untuk bekerja," ujar Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Selasa (14/2/2017).

Tak hanya A, seorang berinisial S yang hendak ke Kuala Lumpur, Malaysia juga dicegah karena tidak memiliki maksud dan tujuan yang jelas. Selain itu, S beberapa kali melakukan pelanggaran keimigrasian.

"Yang bersangkutan memberikan keterangan yang berbelit-belit dan tidak konsisten terkait keberangkatannya ke Malaysia. Bahwa dari pengakuan S, yang bersangkutan telah beberapa kali melakukan pelanggaran keimigrasian dengan modus melakukan cap terbang imigrasi Singapura agar tidak terdeteksi overstay selama di Malaysia," lanjut Agung.

Tiga WNI lainnya yaitu N, N, dan O juga dicegah ke Makau karena memberikan keterangan yang berbelit. Secara total, ada lima WNI yang dicegah keberangkatan ke luar negeri oleh kantor Imigrasi Bandung.

"Ketiga orang tersebut di atas memberikan keterangan yang berbelit-belit dan tidak konsisten terkait tujuan mereka ke Makau. Dari pengakuan salah seorang dari 3 orang yang akan berangkat tersebut, mengakui bahwa akan bekerja ke Makau. Hal ini diperkuat dengan bukti percakapan via SMS dan WhatsApp yang bersangkutan atas nama Nisah (bukti percakapan terlampir)," pungkas Agung. 

(dkp/idh)

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-3422827/imigrasi-cegah-5-perempuan-wni-ke-luar-negeri-yang-ingin-jadi-tki