Ikut Bantu Cari TKI yang Tenggelam, 5 Nelayan Sebatik Raih Penghargaan

06 March 2017
Komandan TNI AL Nunukan Letkol Laut (P) Ari Aryono memberikan penghargaan kepada instansi dan warga yang membantu upaya pencarian 15 korban penumpang spedboad di perairan Malaysia Selasa (07/02). Berkat kesigapan warga, dari 15 korban 14 penumpang ditemukan dengan 10 ditemukan meninggal, 4 ditemuk selamat dan 1 belum diketahui nasibnya. Komandan TNI AL Nunukan Letkol Laut (P) Ari Aryono memberikan penghargaan kepada instansi dan warga yang membantu upaya pencarian 15 korban penumpang spedboad di perairan Malaysia Selasa (07/02). Berkat kesigapan warga, dari 15 korban 14 penumpang ditemukan dengan 10 ditemukan meninggal, 4 ditemuk selamat dan 1 belum diketahui nasibnya. Kontributor Nunukan, Sukoco

NUNUKAN, KOMPAS.com

Sebanyak lima nelayan asal Kecamatan Sebatik mendapat penghargaan dari TNI AL Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, karena ikut membantu mencari TKI korban tenggelam kapal cepat.

Komandan TNI AL Nunukan, Letkol Laut (P) Ari Aryono mengatakan, berkat kesigapan warga nelayan perbatasan tersebut, korban kecelakaan spedboat di perairan perbatasan cepat tertangani.

"(Yang meraih penghargaan) instansi ada 8, sama 5 nelayan. Ini bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang tanggap terhadap kecelakaan laut mengingat kita berada di wilayah perbatasan," ujarnya, Senin (6/3/2017).

Ari Aryono menambahkan, kesigapan masyarakat saat terjadi kecelakaan di laut sangat membantu pihak aparat, sehingga mempermudah upaya pencarian dan evakuasi korban.

Kecepatan warga dalam memberkan pertolongan kepada korban kecelakaan laut sangat berarti untuk membantu mereka untuk bertahan hidup atau menemukan korban yang meninggal. "Yang dibutuhkan saat kedaruratan adalah tindakan cepat," imbuhnya.

Salah satu nelayan yang mendapat penghargaan adalah Kadir. Dia terpaksa membungkus mayat korban tenggelamnya speedboat TKI di perairan Batu Payung, Malaysia, dengan menggunakan sarung.

Sebab, kondisi mayat yang ditemukan di perairan Ambatal, Karang Unarang, itu kulitnya sudah mulai mengelupas. Sembari menunggu petugas SAR datang, sarung tersebut terus dia pegangi agar mayat tidak hanyut.

“Pakai sarung karena biasanya saya lihat tim SAR itu pakai kantong mayat. Karena yang ada sarung, kita pakai sarung. Mau diangkat takut lepas,” ujarnya, Senin (6/3/2017). Sebelumnya, kapal cepat yang ditumpangi 15 TKI terbalik dan tenggelam di perairan Batu Payung, Malaysia, pada Selasa (7/2/2017) lalu karena dihantam ombak besar.

Dalam kecelakaan laut tersebut, dari 15 penumpang spedboat, tim SAR Indnesia dan Malaysia berhasil menemukan 14 penumpang. Sebanyak 10 di antaranya meninggal, 4 selamat dan 1 hilang. Diduga 1 korban yang tidak diketahui nasibnya itu atas nama Joko Rahman menurut keterangan motoris yang selamat dan melarikan diri ke Pulau Sebatik.

Penulis: Kontributor Nunukan, Sukoco

Editor: Farid Assifa

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2017/03/06/16451791/ikut.bantu.cari.tki.yang.tenggelam.5.nelayan.sebatik.raih.penghargaan