FOTO: Dua TKI Asal Kerinci Meninggal di Malaysia

17 April 2017
Ist Ist

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Dalam sepekan terakhir dua Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Kerinci meninggal dunia di Negeri jiran, Malaysia. Dua hari yang lalu, TKI atas nama Herman asal Desa Ambai, Kecamatan Setinjau Laut. Kali ini, Eliza warga Desa Seleman, Kecamatan Danau Kerinci juga meninggal dunia di Malaysia, yang sama-sama diakibatkan demam tinggi.

Informasi yang diterima Tribun dari pengurus Ikatan Keluarga Besar Sakti Alam Kerinci (Ikebsak) di Malaysia, Faisal Anas mengatakan, TKI yang meninggal Herman dan Eliza yang merupakan pahlawan devisa. Herman meninggal pada Sabtu (15/4) di Pantai Dalam, Kuala Lumpur. Sementara Eliza meninggal pada Minggu (16/4) di Ulu Kelang Selangor Malaysia. "Keduanya meninggal karena mengalami Demam, kami dari IKEBSAK turut berduka cita, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ujar Faisal Senin (17/4).

Dikatakan Faisal Anas, kedua jenazah TKI asal Kerinci tersebut dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing. Jenazah Herman dipulangkan pada Minggu (16/4) sedangkan Eliza pada Senin (17/4) dengan pesawat terbang dari Kuala Lumpur. Transit Bandara di Surabaya, lalu terbang lagi ke Bandara Minang Kabau, Sumbar sekitar pukul 02.00 Wib.

TKI tewas (Ist)

Sesampai di Sumbar, jenazah Herman dan Eliza dibawa ke Kerinci dengan menggunakan ambulan, yang dibantu oleh Wakil Bupati Kerinci, Zainal Abidin. Faisal mengakui berkoordinasi dengan Zainal Abidin, agar dapat membantu menyediakan ambulan.

Saat sampai di Padang, jelas Faisal, disitulah yang sering menjadi kendala bagi warga Kerinci, yakni sulitnya membawa jenazah ke Bumi Sakti Alam Kerinci. Jika menggunakan ambulan dari Padang, sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar. "Makanya selama ini sering kami minta bantu dengan Wabup," ungkap salah satu warga Kerinci yang di Malaysia.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kerinci Adirozal mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci siap akan membantu menyediakan transportasi untuk pemulangan jenazah TKI asal Kerinci, untuk dibawa ke kampung masing-masing.

Akan tetapi selama ini, bupati tidak mendapatkan informasi dan laporan dari warga Kerinci yang berada di Malaysia, untuk ambulan pemulangan jenazah. "Kalau mereka itu melaporkan kepada Pemkab, apalagi dengan saya, selama ini tidak pernah saya sia-siakan, tetap kita jemput," katanya

Dikatakan Adirozal, meskipun ambulan di rumah sakit kurang, ia bisa meminta bantu dengan ambulan yang ada di Puskesmas. Jikalau yang Puskesmas tidak ada, dirinya juga bisa meminta bantuan dengan Partai Gerindra, Demokrat, dan partai yang lainnya.

"Tapi memang tidak dampai informasi itu kepada saya, jadi saya juga merasa berdosa dan sedih rasanya mendengar informasi seperti ini," ungkapnya.

Untuk masa yang akan datang, Adirozal meminta seluruh masyarakat Kerinci yang berada di Malaysia agar menyampaikan langsung kepada dirinya. "Mohon informasikan cepat, bisa kita bantu siapkan ambulan," katanya.

Sumber: http://jambi.tribunnews.com/2017/04/17/foto-dua-tki-asal-kerinci-meninggal-di-malaysia