Diduga TKI Ilegal, 474 Pemohon Paspor Ditolak Imigrasi Wonosobo

25 February 2017
Kepala Kantor Imigrasi Wonosobo Soeryo Tarto Kisdoyo menunjukkan beberapa dokumen paspor yang ditolak di Wonosobo Jawa Tengah, Sabtu (25/2/2017). Kepala Kantor Imigrasi Wonosobo Soeryo Tarto Kisdoyo menunjukkan beberapa dokumen paspor yang ditolak di Wonosobo Jawa Tengah, Sabtu (25/2/2017). Kompas.com/Ika Fitriana

KOMPAS.com - Sebanyak 474 orang pemohon ditolak saat hendak membuat paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo, Jawa Tengah. Mereka terindikasi akan menyalahgunakan paspor.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo Soeryo Tarto Kisdoyo menjelaskan, indikasi tersebut diketahui saat pemohon menjalani pemeriksaan dan proses wawancara oleh petugas di kantor imigrasi.

"Kepada petugas pemohon mengajukan paspor wisata ke luar negeri, namun mereka tidak mampu menunjukkan dokumen-dokumen pendukung izin wisata, misalnya tiket pesawat pulang pergi, dan lainnya," jelas Soeryo dalam keterangan pers Sabtu (25/2/2017).

Dokumen-dokumen pendukung itu juga diperlukan jika pemohon mengajukan paspor untuk keperluan bekerja di luar negeri, antara lain surat rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja, perusahaan penyalur tenaga kerja atau dari perusahaan luar negeri yang hendak memperkerjakan pemohon.

"Secara psikologis sudah tampak, mana pemohon yang jujur dan tidak. Demikian juga secara fisik pemohon akan kelihatan," katanya. Selain hal tersebut, pembatalan penerbitan paspor juga dilakukan jika pemohon ternyata sudah memiliki paspor sebelumnya atau duplikasi data.

Pada kasus ini penerbitan paspor pemohon akan ditangguhkan selama 6 bulan hingga 2 tahun ke depan.

"Apabila pemohon sebelumnya sudah punya paspor tapi mungkin hilang atau rusak, lalu mengurusnya lagi ke kantor imigrasi, harus disertakan surat keterangan (BAP) kehilangan dari Kepolisian. Jika tidak ada maka akan ditangguhkan," papar Soeryo.

Soeryo menyebutkan, sebanyak 474 orang pemohon yang ditolak tersebut, 412 kasus terjadi sepanjang tahun 2016 lalu dan 62 kasus terjadi mulai Januari hingga Fabruari 2017.

Sebagian besar pemohon mengaku hendak berwisata ke Malaysia, Singapura, Jepang, Korea dan negara-negara Timur Tengah. "Para pemohon tidak hanya dari Wonosobo, tapi daerah lain yang masuk wilayah kami antara lain Magelang, Purworejo, Temanggung bahkan dari Yogyakarta," ucapnya.

Soeryo mengutarakan penolakan penerbitan paspor tersebut merupakan upaya pencegahan maraknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal.

Terlebih beberapa waktu terakhir banyak kasus ribuan TKI ilegal yang dideportasi, terjerat kasus kriminal, perdagangan manusia hingga terorisme. "Upaya pencegahan ini juga dilakukan di titik-titik perlintasan di bandara dan wilayah perbatasan," katanya.

Pihaknya saat ini mulai gencar melakukan sosialisasi terkait penerbitan paspor yang benar kepada masyarakat. Sebab, menurutnya, masih banyak warga yang belum mengerti betul prosedur penerbitan hingga fungsi paspor itu sendiri.

"Kami gelorakan lagi bagaimana menerbitkan paspor yang benar, supaya masyarakat paham prosedur jika hendak pergi ke luar negeri untuk kepentingan tertentu. Kami ke kampung TKI di Wonosobo, ke pondok pesantren, sekolah dan sebagainya," ujar Soeryo.

Kepala Sub Seksi Perijinan Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo Washono menambahkan meski banyak terjadi penolakan namun masyarakat diimbau untuk tidak khawatir sepanjang mereka jujur dan memenuhi syarat administrasi permohonan paspor.

Pihaknya menjadi pelayanan penerbitan paspor akan berjalan sesuai prosedur dan memudahkan masyarakat, sesuai dengan maksud dan tujuannya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, penolakan pemberian paspor di kantor imigrasi seluruh Indonesia tercatat sebanyak 258 orang, selama periode 1 Januari hingga 17 Februari 2017. 

Penulis: Kontributor Magelang, Ika Fitriana

Editor: Krisiandi

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2017/02/25/14500091/diduga.tki.ilegal.474.pemohon.paspor.ditolak.imigrasi.wonosobo