Astaga! Dua Gadis Asal NTT Nyaris Jadi Korban Perdagangan Orang

14 April 2017
ilustrasi ilustrasi

TANGERANG - Dua gadis asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, nyaris jadi korban perdagangan orang atau human traficking. IC (25) dan OH (23) diselamatkan polisi Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, saat hendak diterbangkan ke Malaysia oleh sindikat perdagangan orang jaringan internasional.

Kapolres Bandara Soetta, Kombes Pol Arif Rachman menuturkan, dua gadis asal Kupang ini pertama kali ditemukan oleh Bupati Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Paulus Victor, yang saat itu tiba di Bandara Soetta usai terbang dari Kupang menuju Jakarta pada Rabu 12 April 2017.

BERITA REKOMENDASI

"Saat itu Pak Paulus melihat dua gadis ini seperti sedang kebingungan. Curiga ada sesuatu yang tidak beres kemudian beliau melaporkan adanya dua gadis tersebut ke petugas bandara," katanya kepada media, Kamis (13/4/2017).

Mendengar hal ini, sambungnya, petugas langsung memeriksa dua gadis polos tersebut termasuk tersangka AS yang berprofesi sebagai penyalur TKI ilegal yang saat ini sudah ditangkap oleh polisi Bandara Soetta.

"Setelah diperiksa ternyata benar dua gadis ini akan dipekerjakan sebagai TKI ilegal di Malaysia oleh tersangka tanpa dokumen yang resmi," katanya.

Dalam pemeriksaan, polisi juga menemukan fakta jika identitas dua gadis ini dipalsukan oleh tersangka. Bahkan saat dilakukan pemeriksaan salah satu korban sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia.

Dari keterangan tersangka AS juga diketahui masih ada tersangka lain yang diduga sebagai penyalur TKI ilegal di wilayah Indonesia bagian Timur, yang saat ini sedang dalam pengejaran pihak kepolisian.

"Masih ada sejumlah identitas pelaku lain yang masih kita kejar. Saat ini kita juga sudah bekerja sama dengan Polres Kupang untuk mengungkap kasus perdagangan orang ini," tukasnya.

(aky)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2017/04/14/338/1667131/astaga-dua-gadis-asal-ntt-nyaris-jadi-korban-perdagangan-orang